Cinta sama sekali bukan nafsu. Perbedaan antara cinta dengan nafsu adalah sebagai berikut :
1.
Cinta bersifat manusiawi
2.
Cinta bersifat rohaniah sedangkan
nafsu bersifat jasmaniah
3.
Cinta menunjukkan perilaku member,
sedangkan nafsu cenderung menuntut
Terdapat
perbedaan antara cinta dan kasih, yaitu cinta lebih mengandung pengertian
tentang rasa yang mendalam sedangkan kasih merupakan ungkapan untuk
mengeluarkan rasa , mengarah kepada yang dicintai . Cinta sama sekali bukan
nafsu .
Perbedaan
antara cinta dengan nafsu antara lain :
1.
Cinta bersifat manusiawi
2.
Cinta bersifat rokhaniah sedangkan
nafsu bersifat jasmaniah
3.
Cinta menunjukkan perilaku memberi,
sedangkan nafsu cenderung menuntut
Ada 3 unsur tentang cinta, yaitu :
1.
Keintiman : kedekatan hub
2.
Gairah : Secara sexual ,cantik,
ganteng, dll
3.
Komitmen : Pernyataan bahwa kau
pacarku
Ada tiga tingkat cinta :
Pertama : Cinta atas dasar harapan mendapat sesuatu .Yaitu
ketika seorang yang mencintai kekasihnya karena menginginkan sesuatu dari
kekasihnya itu .Dan sesuatu yang diinginkan itu biasanya berujud materi .
Kedua : Cinta atas dasar mengharap ridho kekasih .Cinta
seperti ini lebih tinggi tingkatannya dari yang pertama .Yaitu mencitai kekasih
karena semata mengharap ridhonya .Orang yang memiliki cinta tingkat kedua ini
melakukan apapun secara sukarela dengan tujuan agar kekasih mendapatkan
kebahagiaan
Ketiga : Cinta atas dasar mengaharap Ridho Allah sekaligus
ridho kekasih .Inilah cinta sejati .inilah cinta tertinggi .
B. KASIH SAYANG
Erich Fromm dalam bukunya “Semi Mencintai” mengemukakan tentang adanya macam – macam cinta, yaitu :
Erich Fromm dalam bukunya “Semi Mencintai” mengemukakan tentang adanya macam – macam cinta, yaitu :
1.
Cinta Persaudaraan, diwujudkan
manusia dalam tingkah atau perbuatannya. Cinta Persaudaraan tidak mengenal
adanya batas – batas manusia berdasarkan SARA.
2.
Cinta Keibuan, kasih sayang yang
bersumber pada cinta seorang ibu terhadap anaknya
3.
Cinta Diri Sendiri, yaitu bersumber
dari diri sendiri. Cinta diri sendiri bernilai positif jika mengandung makna
bahwa seseorang dapat mengurus dirinya dalam kebutuhan jasmani dan rohani.
4.
Cinta terhadap ALLAH
C.
KEMESRAAN
Kemesraan berasal dari kata mesra yang berarti erat atau karib sehingga
kemesraan berarti hal yang menggambarkan keadaan sangat erat atau karib.
Kemesraan juga bersumber dari cinta kasih dan merupakan realisasi nyata.
Kemesraan dapat diartikan sama dengan kekerabatan, keakraban yang dilandasi
rasa cinta dan kasih.
D.
CINTA MENURUT AGAMA ISLAM
·
Menurut islam
Di antara para ulama ada yang membagi cinta menjadi dua bagian dan ada yang
membaginya menjadi empat. Asy-Syaikh Muhammad bin ‘Abdulwahhab Al-Yamani dalam
kitab Al-Qaulul Mufid fi Adillatit Tauhid (hal. 114) menyatakan bahwa cinta ada
empat macam, yaitu:
1. Cinta ibadah.
Yaitu mencintai Allah dan apa-apa yang dicintai-Nya, dengan dalil ayat dan
hadits di atas.
2. Cinta syirik.
Yaitu mencintai Allah dan juga selain-Nya. Allah berfirman, “Dan di antara
manusia ada yang menjadikan selain Allah sebagai tandingan-tandingan (bagi
Allah), mereka mencintai tandingan-tandingan tersebut seperti cinta mereka
kepada Allah.” (Al-Baqarah: 165)
3. Cinta maksiat.
Yaitu cinta yang akan menyebabkan seseorang melaksanakan apa yang diharamkan
Allah dan meninggalkan apa-apa yang diperintahkan-Nya. Allah berfirman, “Dan
kalian mencintai harta benda dengan kecintaan yang sangat.” (Al-Fajr: 20)
4. Cinta tabiat.
Seperti cinta kepada anak, keluarga, diri, harta dan perkara lain yang
Idibolehkan. Namun tetap cinta ini sebatas cinta tabiat. Allah berfirman
dalam surat Yusuf ayat 8
,“Ketika mereka (saudara-saudara
Yusuf ‘alaihis salam) berkata: ‘Yusuf dan adiknya lebih dicintai oleh bapak
kita daripada kita.”
·
Menurut kristen
1. Cinta adalah pencipta keindahan
terhebat (Tim 2:9-10)
2. Cinta adalah suatu wujud
keinginan;dalam niat dan tindakan (1 Yoh 3:18)
3. Cinta harus menjadi dasar dari
segala sesuatu (1 Kor 13:3)
·
Menurut hindu
Cinta adalah perasaan pada kesenangan, kesetiaan, kepuasan terhadap suatu
obyek. Sedangkan kasih adalah perasaan cinta yang tulus lascarya terhadap suatu
obyek. Adapun yang menjadi obyek dari cinta kasih itu adalah semua ciptaan
Sanghyang Widhi Wasa. Tuhan Yang Maha Esa. Ciptaan Tuhan dapat digolongkan
dalam tingkatan sesuai eksistensinya atau kemampuannya yaitu “eka pramana”
ialah makhluk hidup yang hanya memiliki satu aspek kemampuan berupa
bayu/tenaga/ hidup, seperti tumbuh-tumbuhan. “Dwi pramana” ialah makhluk hidup
yang memiliki dua aspek kemampuan berupa bayu dan sabda/bicara, seperti
hewan/binatang. “Tri pramana” ialah makhluk hidup yang memiliki tiga aspek
kemampuan berupa bayu, sabda dan idep/pikiran, seperti manusia.
·
Menurut buddha
Agama Buddha tidak Alergi dengan istilah “cinta.” Terbukti dalam Nikaya Pali,
yaitu: Dhammapada ada satu bab yang diberi judul: Piya Vagga yang berarti
kecintaan. Begitu pula dalam Majjhima Nikaya terdapat sutta yang berjudul
Piyajatika Sutta, khotbah tentang orang-orang tercinta.